
Skuter memberimu kebebasan di Bali, tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan: asuransi, SIM, dan lalu lintas yang padat. Kami jujur soal ini supaya kamu bisa membuat pilihan yang aman.
Siap merencanakan?
Tambahkan di perencana →Harganya tergantung model dan jumlah hari (sewa lebih lama = lebih murah per hari):
Secara resmi kamu butuh surat izin mengemudi internasional (IDP) dengan kategori sepeda motor plus SIM motor biasamu. Tanpa SIM yang sah, kamu berkendara secara ilegal, bisa didenda di razia polisi, dan — yang terpenting — kamu tidak ditanggung asuransimu saat kecelakaan.
Skuter sewaan biasanya tidak diasuransikan. Dan asuransi perjalanan atau kesehatanmu sering kali hanya menanggung kecelakaan skuter kalau kamu punya SIM (motor) yang sah dan mengenakan helm. Kalau kamu berkendara tanpa surat yang benar, kamu sendiri yang menanggung biayanya saat kecelakaan atau kerusakan — yang di luar negeri bisa jadi sangat besar. Periksa polismu sebelumnya.
Jujurlah pada diri sendiri: lalu lintas di Bali padat dan kacau. Kamu berkendara di kiri, di antara ratusan skuter, dengan manuver mendadak, lubang jalan, anjing liar, dan kadang jalan licin saat hujan. Bagi pengendara pemula ini benar-benar tidak tanpa risiko — sebagian besar kecelakaan turis terjadi di skuter. Selalu kenakan helm, berkendara dengan tenang, dan mulailah di jalan yang sepi.
Ragu? Pilih sopir pribadi dengan mobil (nyaman dan terjangkau) atau aplikasi Grab dan Gojek untuk perjalanan singkat. Lihat panduan kami tentang transportasi di Bali.
Untuk berkendara secara legal — dan agar tetap diasuransikan jika terjadi sesuatu — kamu membutuhkan SIM sepeda motor yang masih berlaku dari negara asalmu ditambah Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) dengan kategori sepeda motor. Urus IDP sebelum berangkat; kamu tidak bisa mengandalkan untuk mendapatkannya di Bali. Polisi memang menghentikan turis, terutama di selatan, dan berkendara tanpa dokumen yang tepat atau tanpa helm berarti denda di tempat — dan yang jauh lebih penting, biasanya membatalkan asuransi perjalanan dan medismu jika kamu mengalami kecelakaan.
Kami akan jujur denganmu: skuter adalah penyebab utama turis mengalami cedera di Bali. Lalu lintasnya padat dan sulit diprediksi, jalanan bisa berlubang atau berkerikil, dan hujan tiba-tiba membuat semuanya licin. Jika kamu belum terbiasa berkendara, pertimbangkan serius untuk memakai sopir atau Grab sebagai gantinya. Jika kamu tetap berkendara: selalu pakai helm yang layak (dan satu untuk penumpangmu), tutupi kulitmu dan pakai sepatu tertutup, bukan sandal jepit, jangan pernah berkendara setelah minum alkohol, hindari jalan ramai di malam hari dan saat hujan deras, dan latih dulu di jalan yang sepi. Luka gores "tato Bali" akibat jatuh kecil sangat umum terjadi.
Sebelum berkendara, periksa rem, ban, lampu, dan klakson, serta foto atau rekam kerusakan yang sudah ada agar kamu tidak dibebankan biaya untuk itu nanti. Penyewaan yang baik menyertakan dua helm. Sepakati harga dan apa yang terjadi jika ada kerusakan atau pencurian sejak awal, dan jangan pernah menyerahkan paspor aslimu sebagai jaminan — tawarkan fotokopi atau deposit tunai sebagai gantinya.