Vaksinasi untuk Bali — Bali
Beranda › Panduan › Vaksinasi untuk Bali
Bali

Vaksinasi & suntikan untuk Bali

Vaksinasi apa yang masuk akal untuk Bali, dan di mana kamu mendapat saran pribadi?

Untuk perjalanan ke Bali (Indonesia) tidak ada vaksinasi wajib bagi turis, tapi beberapa suntikan sering direkomendasikan. Penting: selalu dapatkan saran pribadi dari klinik perjalanan, dinas kesehatan, atau doktermu — ini tergantung durasi perjalanan, tujuan, dan kondisi kesehatanmu. Di bawah ini adalah informasi umum.

Siap merencanakan?

Tambahkan di perencana →

Vaksinasi yang umum dibahas

Apa yang kamu butuhkan ditentukan oleh klinik perjalanan berdasarkan situasimu.

Malaria & dengue (penyakit yang ditularkan nyamuk)

Di bagian wisata Bali risiko malaria rendah; tablet malaria biasanya tidak dibutuhkan, tapi periksa ini untuk rutemu. Dengue memang ada. Tidak ada tablet untuk mencegahnya; perlindungan nyamuk yang baik adalah kuncinya: pakai DEET, kenakan pakaian tertutup di malam hari, dan tidur di bawah kelambu/AC bila perlu.

Kapan harus mengurusnya?

Buat janji di klinik perjalanan jauh-jauh hari — beberapa vaksinasi butuh waktu untuk terbentuk atau terdiri dari beberapa suntikan (beberapa minggu sebelumnya, misalnya). Masukkan 'kunjungi klinik perjalanan' ke checklist perjalananmu.

Suntikan lain yang kadang disarankan

Tergantung rencanamu, klinik perjalanan mungkin juga membahas hepatitis B (menginap lebih lama, kontak lebih dekat), tifus (lewat makanan dan air), rabies (relevan kalau kamu akan berada di daerah pedesaan, bersepeda atau naik skuter, atau menginap lama — Bali memang memiliki kasus rabies pada hewan), dan ensefalitis Jepang (terutama untuk menginap lama di pedesaan). Memastikan vaksinasi rutin DTP dan MMR-mu sudah lengkap adalah dasar yang bijak untuk semua orang.

Malaria dan demam berdarah

Kabar baik: Bali sendiri dianggap bebas malaria, jadi tablet anti-malaria biasanya tidak diperlukan untuk perjalanan standar ke Bali (beberapa bagian lain Indonesia berbeda — minta saran kalau kamu melanjutkan perjalanan ke sana). Namun, demam berdarah tetap ada dan disebarkan oleh nyamuk yang aktif di siang hari, dan tidak ada tabletnya — jadi perlindungan dari nyamuk penting: gunakan losion anti-nyamuk dengan DEET atau picaridin, kenakan pakaian tertutup saat fajar dan senja, dan gunakan kasa jendela atau kelambu.

Sebelum berangkat

Kunjungi klinik perjalanan, layanan kesehatan masyarakat, atau dokter umummu enam sampai delapan minggu sebelumnya, karena beberapa vaksin butuh waktu atau beberapa dosis. Bawa catatan vaksinasi yang sudah kamu terima, siapkan kotak obat kecil, dan ingat bahwa halaman ini hanya informasi umum — saran pribadimu tergantung pada kesehatanmu, lama perjalanan, dan tujuan spesifikmu.

Pertanyaan umum

Vaksinasi apa yang dibutuhkan untuk Bali?
Tidak ada vaksinasi wajib bagi turis, tapi DTP dan hepatitis A sering direkomendasikan, kadang juga tifoid, hepatitis B, atau rabies. Dapatkan saran pribadi di klinik perjalanan.
Apakah butuh tablet malaria untuk Bali?
Di bagian wisata Bali risiko malaria rendah dan tablet biasanya tidak dibutuhkan. Dengue memang ada; lindungi dirimu dengan baik dari nyamuk. Dapatkan saran untuk rutemu.
Berapa jauh sebelumnya vaksinasi harus diurus?
Buat janji di klinik perjalanan jauh-jauh hari — beberapa suntikan butuh waktu atau terdiri dari beberapa dosis.

Rencanakan perjalanan