
Ubud adalah jantung budaya dan spiritual Bali — sebuah kota berisi terasering sawah, pura, desa seni, dan hutan, yang terletak di pedalaman di antara perbukitan. Orang datang ke sini untuk melihat sisi lain Bali: lebih hijau, lebih tenang, dan lebih kaya budaya dibanding selatan yang penuh pantai. Panduan lengkap ini mencakup semua yang layak dilihat, dikelompokkan agar kamu bisa menyusun hari-hari sempurna di Ubud sesuai minatmu.
Sawah adalah ikon Ubud. Dua tempat paling menonjol:
~20 menit ke utara dari pusat Ubud · donasi tiket masuk kecil
Sawah berundak yang terkenal, lengkap dengan "ayunan Bali" dan panggung foto. Datanglah pagi (sebelum jam 9) untuk mendahului rombongan bus dan terik, lalu turunlah ke lembah untuk pemandangan terbaik jauh dari keramaian.
Pusat Ubud · gratis
Jalur punggung bukit sepanjang 2 km yang gratis dan mudah, melintasi padang rumput terbuka dan perbukitan — paling indah saat matahari terbit atau sore menjelang. Cara sempurna dan santai untuk menukar suasana kota dengan hijaunya alam.
Untuk sudut pandang berbeda, pesan tur sepeda listrik atau sepeda pagi hari melintasi sawah dan desa, atau pendakian matahari terbit ke Gunung Batur di dekatnya (lihat wisata sehari di bawah).

Ubud padat dengan pura dan budaya yang hidup:
Saat malam, saksikan pertunjukan tari tradisional (Legong, Barong, atau Kecak) di Puri Ubud atau Pura Saraswati — salah satu pengalaman paling berkesan di kota ini.
Sacred Monkey Forest Sanctuary berada di ujung Monkey Forest Road, berjalan kaki singkat dari pusat kota. Ini adalah kompleks pura yang rimbun, rumah bagi ratusan monyet ekor panjang. Suasananya benar-benar magis — patung berlumut, akar beringin, dan hutan — tetapi pegang erat tas, kacamata, dan ponselmu: monyetnya berani dan suka menyambar benda yang tergeletak. Jangan bawa makanan masuk dan jangan memberi makan.
Kawasan sekitar Ubud punya beberapa air terjun terbaik di Bali, sebagian besar dalam satu jam berkendara:
Kenakan alas kaki yang memadai — jalur turunnya curam dan licin — dan datanglah pagi agar bisa menikmatinya tanpa keramaian.
Ubud adalah ibu kota wellness Bali. Bahkan kalau kamu bukan "orang yoga", ini tempat yang menyenangkan untuk mencoba:
Pasar Seni Ubud di pusat kota adalah tempat untuk sarung, keranjang, kesenian, dan suvenir — tawarlah dengan sopan dan siapkan diri membayar sekitar separuh harga pertama. Desa-desa kerajinan di sekitarnya punya spesialisasi masing-masing: Celuk untuk perak dan emas, Mas untuk ukiran kayu, dan Tegallalang/Batubulan untuk batu dan seni. Untuk seni yang lebih serius, kunjungi museum ARMA dan Puri Lukisan.
Sedang merencanakan rute keliling Bali?
Buat di perencana perjalanan →Ubud adalah basis yang bagus untuk wisata sehari ke pedalaman dan ke timur:
| Wisata sehari | Kenapa ke sana |
|---|---|
| Pendakian matahari terbit Gunung Batur | Daki gunung berapi aktif menuju matahari terbit di atas awan — mulai sekitar jam 2–3 pagi. |
| Kintamani & Danau Batur | Pemandangan kaldera dan perkebunan kopi, mudah dipadukan dengan Tirta Empul. |
| Tegallalang + putaran air terjun | Terasering sawah dan dua atau tiga air terjun dalam satu hari dengan sopir. |
| Lembah Sidemen | Lanskap sawah dan desa yang lebih tenang di timur Ubud. |
| Pesisir timur & Nusa Penida | Lebih jauh, tapi bisa dilakukan — lihat wisata sehari Nusa Penida kami. |
Ubud berjarak sekitar 1,5–2 jam dari bandara dan dari selatan dengan mobil. Tidak ada angkutan umum, jadi:
Tempat menginap: pusat Ubud paling nyaman untuk berjalan kaki ke pasar, restoran, dan Monkey Forest; kawasan sawah di sekitarnya (Penestanan, Sayan, Tegallalang) lebih tenang dan lebih indah, dengan vila hutan dan kolam infinity. Bandingkan akomodasi di Ubud, dan baca panduan destinasi Ubud kami untuk detail kawasannya.
Tempat makan: Ubud punya kancah kuliner yang luar biasa, dari warung yang menyajikan nasi campur seharga beberapa ribu rupiah hingga kafe sehat dan fine dining. Jangan lewatkan mencoba babi guling dan kopi Bali asli.